
PEKANBARU (serangkai.co) – Pengemudi mobil Mitsubishi Lancer BM 1734 FI, Fajrul Rizqi Azhari (23), yang menyenggol sepeda motor hingga pengendaranya terpental di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, terbukti positif narkoba.
Hal ini dipastikan melalui hasil tes urine terhadap Fajrul yang menunjukkan adanya kandungan amphetamine dan metamfetamin.
“Hasil tes urine pengemudi tersebut terbukti mengandung amphetamine dan metamfetamin,” ujar Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio B. W. Wicaksana, Rabu (5/8/2026).
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, di Jalan Soekarno-Hatta jalur barat, dekat SD Dharma Yudha, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 40 detik yang direkam menggunakan kamera dasbor (dashcam) memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah disenggol mobil sedan.
Video tersebut diunggah akun Instagram @viralpekanbaru dan telah disukai ribuan pengguna. Dalam narasi unggahan disebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.40 WIB di dekat U-turn sebelum SD Dharma Yudha, pada jalur sebelah kiri.
Dalam rekaman terlihat mobil sedan melaju dan berupaya mendahului kendaraan di depannya dari sebelah kiri. Namun, terdapat sepeda motor di jalur tersebut sehingga pengemudi sempat mengurungkan niatnya.
Tak lama kemudian, mobil kembali mengambil jalur kiri. Kendaraan tersebut melaju dan diduga menyenggol sepeda motor yang berada di depannya hingga pengendaranya terpental ke pinggir jalan.
Setelah pengendara motor terjatuh, mobil sedan tetap melaju. Kendaraan tersebut kemudian tiba-tiba berbelok ke kanan sehingga pengendara kendaraan lain di jalur sebelahnya harus mengerem mendadak.
Berdasarkan keterangan kepolisian, mobil Mitsubishi Lancer yang dikemudikan Fajrul bergerak di Jalan Soekarno-Hatta jalur barat dari arah selatan menuju utara.
Sesampainya di dekat SD Dharma Yudha, pengemudi hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya dari sebelah kiri. Namun, saat melakukan manuver tersebut, mobil menabrak bagian belakang sepeda motor yang bergerak searah.
“Pengemudi diduga tidak berkonsentrasi dan tidak berhati-hati saat mendahului kendaraan dari sebelah kiri. Pengemudi juga tidak memperhatikan kendaraan yang berada di depannya sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut,” kata Satrio.
Usai kecelakaan, pengemudi mobil tersebut tidak berhenti di lokasi. Polisi menyebut Fajrul panik dan takut sehingga memilih melaju meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah.
“Karena merasa panik dan takut, pengemudi mobil tersebut melaju dan pulang ke rumah,” ujarnya.
Sementara itu, identitas pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan belum diketahui. Begitu juga dengan kondisi korban setelah kejadian masih dalam penanganan pihak kepolisian. (sr05)





