
MERANTI (serangkai.co) – Masalah listrik di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang mulai disikapi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (11/6/2026). Terutama masalah tidak fungsionalnya pembangkit yang ada di sana.
Selain mengecek kondisi pembangkit yang sudah lama tidak digunakan, manajemen RSUD menggelar rapat bersama dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Sudandri Jauzah dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Meranti. Bahkan, rapat yang digelar di kantor RSUD lantai 3, juga melibatkan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Selatpanjang.
Kondisi ini menjadi darurat mengingat beberapa hari belakangan telah terjadi pemadaman listrik oleh PLN secara mendadak akibat gangguan terhadap jaringan listrik. Mulai dari gangguan tupai yang terjadi Jum’at (5/6/2026) malam hingga mengakibatkan listrik di RSUD padam sekitar 20-30 menit, sampai dengan kejadian pohon tumbang dan mengganggu jaringan listrik di depan kantor bupati yang menyebabkan listrik di RSUD padam hingga 3 jam.
Beruntung saat listrik padam tidak ada tindakan operasi ataupun pasien dengan ketergantungan peralatan medis yang menggunakan listrik. Jika tidak, hal itu bisa menjadi preseden buruk yang berpotensi terjadinya korban jiwa akibat tidak tersedianya listrik dengan baik.
Sementara saat ini, UPT RSUD Selatpanjang hanya mengandalkan tenaga listrik dari PLN saja. Walaupun terdapat dua unit pembangkit di RSUD, namun belum bisa mengaliri listrik untuk kebutuhan operasional di sana.
Ditambah lagi dua pembangkit 2×600 kva tersebut merupakan warisan bengkalis. Walaupun satu pembangkit masih hidup, tetapi tidak bisa masuk ke sistem jaringan listrik gedung RSUD.
Direktur RSUD, dr Joko Santoso mengakui untuk memperbaiki seluruh instalasi dan perbaikan pembangkit secara menyeluruh membutuhkan biaya yang besar. “Kami sudah pernah mengusulkannya, tapi belum disetujui,” akunya.
Makanya, ia juga ikut mengundang pihak PLN untuk hadir dan dapat membantu persoalan mereka. Minimal memberikan masukan dan solusi untuk jangka pendek, dan panjang.
“Secara teknis, kami tidak memahami persoalan kelistrikan ini. Kami mohon bantuan dari PLN agar dapat membantu kami dalam mengoptimalkan pelayanan rumah sakit dengan menjamin ketersediaan tenaga listrik,” terangnya.
Menejer PLN ULP Selatpanjang Roni yang hadir di RSUD mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap memberitahukan informasi pemadaman kepada RSUD jika terjadi pemadaman listrik PLN yang terencana. Namun jika terjadi pemadaman mendadak, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kalau pemadaman secara mendadak, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Pemadaman mendadak biasanya karena gangguan terhadap jaringan. Kalau pemadaman terencana, kami pasti memberitahukannya terlebih dahulu sebelum melakukan pemadaman,” terangnya.
Terhadap kondisi pembangkit di RSUD, Roni menyarankan agar dilakukan perbaikan pembangkit. Termasuk membenahi jaringan instalasi kelistrikannya.
“Kalau satu mesin masih hidup, untuk proyeksi jangka pendek dapat membagi penyaluran daya dari pembangkit ke yang penting-penting saja. Sehingga optimalisasi pembangkit yang masih hidup dapat dilakukan untuk sementara waktu menjelang perbaikan menyeluruh,” sarannya. (sr03)





