
MERANTI (serangkai.co) – Pemadaman listrik terjadi pada, Jum’at (5/6/2026) malam. Kejadian pemadaman terjadi di wilayah Jalan Dorak, dan sebagai wilayah Kota Selatpanjang.
Pemadaman juga terjadi di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang. Bahkan pemadaman itu diinformasikan oleh salah satu keluarga pasien yang sedang di RSUD Selatpanjang.
“Terjadi pemadaman listrik. Termasuk di RSUD. Banyak pasien mengeluhkan kondisi ini. Semua ruang inap mati lampu. Seharusnya RSUD memiliki mesin genset. Bagaimana masyarakat yang dirawat menggunakan peralatan elektronik. Apalagi sampai ada tindakan operasi. Kita khawatir bisa memicu korban jiwa,” kata Herman salah satu keluarga pasien yang memberikan kabar, Jum’at (5/6/2026).
Untuk diketahui, pemadaman listrik sempat terjadi sekitar pukul 19.05 WIB. Herman melaporkan pemadaman sempat terjadi di RSUD sekitar 15-20 menit.
Direktur RSUD Selatpanjang, dr Joko Santoso yang dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026) menyebutkan pihaknya juga mengaku kesal dengan pihak PLN yang tidak memberitahukan terlebih dahulu. Pihaknya menyebutkan RSUD pernah membuat kesepakatan dengan pihak PLN agar dapat memberitahukan terlebih dahulu jika ada pemadaman.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Penunjang RSUD Selatpanjang, Romi memastikan untuk sejumlah peralatan medis di ruang operasi sudah di backup dengan UPS. Sehingga jika terjadi tindakan operasi masih bisa membantu memperlambat dan menunda pemadaman listrik hingga 2 jam. Namun dipastikannya saat kejadian listrik padam, tidak ada tindakan operasi sama sekali.
Karena menurutnya, pemberitahuan dari PLN sebelum terjadi pemadaman cukup penting. Sehingga bisa dilakukan antisipasi jika ada jadwal operasi.
“Untung tidak ada tindakan operasi. Kalaupun ada, kita sudah mempersiapkan UPS untuk membackup sejumlah peralatan medis di ruang operasi. Kenapa penting pemberitahuan sebelum pemadaman listrik ke kita, supaya kita bisa mengantisipasi dengan menunda tindakan operasi yang sudah dijadwalkan atau antisipasi lainnya,” terangnya.
Terkait ketersediaan genset di RSUD ditegaskannya memang tersedia. Namun telah rusak sejak beberapa tahun lalu.
“Kita memiliki genset sebanyak 2 unit merk CAT dengan masing-masing kapasitas 600 Kva. Tetapi sudah rusak sejak lama. Walaupun satu unit masih hidup, namun sudah harus dilakukan over haul jika untuk mengoptimalkan fungsinya melistriki seluruh ruangan di RSUD,” terangnya.
Terkait perbaikan genset, diakuinya sudah pernah diusulkan. Namun belum disetujui perbaikannya. Bahkan kondisi kerusakan genset juga pernah disampaikan dalam hearing dengan Komisi III DPRD Meranti.
“Genset itu sejak zaman Bengkalis sudah ada. Belum pernah diperbaiki. Makanya kita tidak bisa menfaatkan untuk memback up jika terjadi pemadaman listrik terhadap RSUD,” akunya.
Kepala PLN ULP Selatpanjang yang dikonfirmasi terpisah mengakui pemadaman listrik yang terjadi Jum’at malam bukan faktor direncanakan atau terjadwal. Namun terjadi secara mendadak.
Roni bahkan mengakui hingga saat ini belum mengetahui penyebab pemadaman. Namun dipastikannya terhadi gangguan terhadap jaringan listrik. Sehingga pihaknya tidak sempat memberitahukannya kepada pihak RSUD Selatpanjang.
“Pemadaman terjadi mendadak. Sehingga tak sempat membemberitahukannya ke RSUD. Pemadaman akibat gangguan jaringan yang hingga kini kita belum tahu penyebabnya. Saat beberapa waktu setelah pemadaman, kita coba normalisasi bisa hidup kembali,” ujarnya yang dikontak, Sabtu petang, (6/6/2026). (sr03)





