Kembang api menghiasi langit Kota Selatpanjang pada malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa (17/2/2026) (foto istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Sejak pukul 20.00 Wib, Senin (16/2/2026) jalan-jalan di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, sudah begitu padat dan ramai. Bahkan di beberapa persimpangan dan titik malah macet.

Maklum saja, malam itu, adalah malam pergantian Tahun Baru Imlek dari 2576 ke 2577 Kongzili. Makanya tak heran, jika di jalan-jalan, warga keturunan Tionghoa lebih mendominasi. 

Bahkan, semua anggota keluarga duduk di depan mengarah jalan. Apalagi, rumah toko (ruko) yang berada di jalan-jalan utama, umumnya milik mereka.

Menggunakan baju baru merah, mereka siap menyambut tahun baru. Memasuki Tahun Kuda Api berharap bisa lebih hoki dan beruntung.

Mereka berkumpul di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di dekat klenteng tertua di Meranti, Vihara Sejahtera Sakti. pukul 21.00 Wib sudah ramai. Pada malam itu atraksi barongsai dan ular naga mulai dipertontonkan. 

Semakin larut, kembang api mulai dinyalakan. Juga, petasan. Awalnya, hanya sesekali. 

Menjelang pukul 12.00 Wib atau pukul 00.00 Wib, hampir di sepanjang Jalan Ahmad Yani menyulut petasan dan kembang api terbang. Termasuk di seluruh kelenteng yang ada di Selatpanjang.

Puncaknya, saat pergantian tahun, langit-langit di Kota Selatpanjang tampak berwarna-warni. Ratusan, bahkan ribuan petasan dinyalakan malam itu. Seolah bersahut-sahutan tanpa henti.

Salah seorang pengunjung yang ditemui malam itu, Kiki mengungkapkan bahwa  masyarakat tumpah di jalan untuk menyaksikan kembang api.

Khususnya yang tinggal di seputaran kota. Tidak hanya warga Tionghoa saja, tetapi juga suku-suku lainnya.

“Mau tidur juga tidak bisa. Lebih baik dinikmati saja. Malam ini langit terlihat indah dengan banyaknya kembang api ini,” sebutnya.

Masyarakat yang bermain, maupun yang menyaksikan keindahan kembang api akhirnya bubar saat hujan deras turun sekitar pukul 02.30 Wib. Jika tidak hujan, maka pesta kembang api malam Tahun Baru Imlek ini, akan berlangsung sampai subuh. (sr03)