Waspada Polio, Dinkes Meranti Ajak Orang Tua Kenali Gejala dan Pastikan Imunisasi Anak Lengkap. (foto; istimewa)

POLIO mungkin terdengar seperti penyakit lama, namun ancamannya tetap perlu diwaspadai. Penyakit yang disebabkan virus polio ini dapat menyerang anak dan dalam kondisi tertentu menyebabkan kelumpuhan hingga kecacatan seumur hidup.

Karena itu, kewaspadaan dan perlindungan sejak dini menjadi langkah penting. Masyarakat, khususnya para orang tua, diajak untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi polio secara lengkap sesuai jadwal sekaligus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Polio dapat menular melalui air atau makanan yang telah tercemar tinja yang mengandung virus polio. Salah satu kondisi yang perlu menjadi perhatian adalah munculnya kelumpuhan atau kelemahan anggota tubuh secara mendadak pada anak berusia di bawah 15 tahun.

Melalui edukasi kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala tersebut. Jika menemukan anak dengan kondisi lumpuh, layuh, lemas, lemah atau mengalami keterbatasan gerak yang muncul secara tiba-tiba, masyarakat diminta segera menghubungi petugas kesehatan terdekat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadiah Damar, SKM, mengatakan peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan imunisasi polio anak lengkap sesuai jadwal. Jangan menunggu anak sakit baru kita memberikan perhatian. Pencegahan jauh lebih baik, dan imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk memberikan perlindungan kepada anak,” ujar Nurmadiah Damar.

Selain imunisasi, ia juga mengingatkan masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih serta tidak melakukan buang air besar sembarangan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi bagian penting dalam mencegah penularan penyakit yang dapat menyebar melalui kontaminasi lingkungan.

“Mari kita biasakan anak-anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih. Orang tua juga perlu memastikan lingkungan tetap sehat dan tidak ada praktik buang air besar sembarangan. Upaya sederhana ini sangat penting untuk melindungi keluarga,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga daerah tetap terlindungi dari ancaman polio.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan gejala yang mengarah pada kelumpuhan layuh akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) pada anak di bawah usia 15 tahun.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan apabila menemukan anak di bawah usia 15 tahun yang tiba-tiba mengalami kelumpuhan, kelemahan atau keterbatasan gerak. Pelaporan secara cepat sangat penting agar dapat segera dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut oleh petugas kesehatan,” kata Ade Suhartian.

Ade juga mengingatkan pentingnya melengkapi imunisasi polio pada anak. Berdasarkan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, imunisasi polio diberikan melalui vaksin tetes dan suntik sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Perlindungan terhadap anak harus dimulai sejak dini. Pastikan imunisasi polio diberikan sesuai jadwal dan lengkapi imunisasi anak. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama mencegah penularan penyakit,” ujarnya.

Dalam upaya memastikan suatu kasus benar-benar mengarah pada polio, petugas kesehatan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apabila ditemukan anak dengan gejala kelumpuhan layuh akut, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas kesehatan, termasuk dalam proses pengambilan sampel tinja sebanyak dua kali untuk memastikan kondisi tersebut.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga di Meranti bahwa menjaga anak dari polio bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Ada peran orang tua, keluarga dan masyarakat yang tidak kalah penting. (ADV)