
MERANTI – Kondisi Pelabuhan Peranggas Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti kian memprihatinkan. Infrastruktur transportasi laut yang menjadi tumpuan masyarakat Rangsang Barat itu kini tampak rapuh dan dinilai membahayakan keselamatan penggunanya.
Pelabuhan itu disebut sudah tidak layak difungsikan secara normal. Bangunan pelabuhan yang telah berusia puluhan tahun itu terus mengalami penurunan kualitas dari tahun ke tahun. Struktur kayu penyangga terlihat lapuk, retak, bahkan sebagian telah hancur dimakan usia.
Padahal, pelabuhan ini merupakan urat nadi transportasi laut masyarakat Rangsang Barat menuju Selatpanjang. Selain menjadi akses utama penumpang, Pelabuhan Peranggas juga berperan penting sebagai lokasi bongkar muat hasil pertanian dan distribusi kebutuhan pokok warga setempat.
Akibat kerusakan yang semakin parah, saat ini pelabuhan hanya dapat digunakan pada bagian pangkalnya saja. Kondisi tersebut menimbulkan risiko serius, baik bagi penumpang yang naik dan turun kapal maupun dalam aktivitas bongkar muat barang.
Pelabuhan Peranggas diketahui dibangun sejak wilayah Rangsang Barat masih berada di bawah administrasi Kabupaten Bengkalis. Namun sejak pemekaran wilayah dan terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti, pelabuhan ini belum pernah mendapat pembangunan besar maupun pembaruan secara menyeluruh.
Kondisi tersebut turut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kepulauan Meranti Fraksi PAN, Sopandi. Ia menilai metode naik turun penumpang yang kini harus melalui kempang sangat tidak aman dan menyulitkan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
“Kondisi ini jelas berisiko. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Sopandi, Sabtu (24/01/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Provinsi Riau segera mengambil langkah konkret.
Menurutnya pembangunan pelabuhan baru sudah menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan penumpang, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan Pelabuhan Peranggas dikhawatirkan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak,” kata anak jati Rangsang Barat itu. (sr02)





