Datuk Seri Taufik Ikram Jamil didampingi sejumlah pejabat menyerahkan sertifikat kepada salah seorang peserta pelatihan, Senin, 20 Juli 2026. (Foto bagian Prokopim for Serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi tuan rumah Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi Riau. 

Sebanyak 40 guru ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Drs. M. Mahdi, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (20/7/2026).

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bekerja sama dengan LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti serta didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat pelestarian budaya melalui dunia pendidikan.

M. Mahdi mengatakan Budaya Melayu merupakan identitas dan jati diri masyarakat Riau yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya Melayu adalah identitas dan jati diri masyarakat Riau. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter, membentuk kepribadian, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pembelajaran muatan lokal yang kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menarik. Nilai-nilai luhur Budaya Melayu juga harus tetap menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen mendukung berbagai upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Kami berkomitmen mendukung setiap upaya pelestarian budaya daerah. Ini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berbudaya,” tambahnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan guru merupakan ujung tombak dalam mewariskan nilai-nilai Budaya Melayu kepada generasi muda.

“Pelestarian Budaya Melayu tidak akan berhasil tanpa proses pewarisan. Karena itu, guru menjadi ujung tombak dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan salah satu capaian penting LAMR dalam setahun terakhir adalah berhasil didaftarkannya mata pelajaran Budaya Melayu Riau ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nasional.

“Masuknya Budaya Melayu Riau ke Dapodik menjadi langkah penting. Hal ini memperkuat posisi muatan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan profesional bagi guru di masa mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, berharap pelatihan tersebut memberikan pedoman yang lebih jelas bagi para guru dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau sesuai nilai-nilai dan kearifan lokal.

“Kami berharap guru memiliki pedoman yang lebih jelas dalam mengajarkan Budaya Melayu Riau sehingga peserta didik semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

“Ikuti setiap materi yang disampaikan narasumber dan terapkan dalam proses pembelajaran di sekolah,” tutupnya.

Melalui pelatihan ini, kompetensi guru muatan lokal diharapkan semakin meningkat. Kehadiran Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai tuan rumah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pelestarian Budaya Melayu di dunia pendidikan tingkat Provinsi Riau. (sr01)