
BATAM (serangkai.co) – Pertumbuhan investasi Batam sepanjang 2026 mulai menunjukkan dampak yang lebih nyata terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, investasi yang masuk terus tumbuh, bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.
Yang menarik, pertumbuhan investasi tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.
Artinya, terdapat tambahan sekitar 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam setahun.
Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa investasi di Batam tidak berhenti pada nilai modal yang masuk, tetapi mulai memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan investasi harus diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang nyata, mulai dari proyek yang terealisasi, industri yang berkembang hingga terciptanya lapangan pekerjaan.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” sebutnya.
Tumbuh Lebih Cepat dari Nasional
Kinerja investasi Batam memang menunjukkan tren positif sejak awal tahun. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun, tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang berada di angka 7,2 persen.
Pada periode yang sama, Batam juga memberikan kontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional. Momentum tersebut berlanjut pada Triwulan II. Berdasarkan LKPM, investasi Triwulan II memberikan tambahan sebesar Rp12,41 triliun, sehingga total realisasi Semester I mencapai Rp29,89 triliun.
Dari angka tersebut, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp17,80 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.
Dibandingkan Semester I 2025, realisasi berdasarkan LKPM tumbuh 27,31 persen secara year-on-year, sementara pertumbuhan secara kumulatif mencapai 62,75 persen.
Sementara metode bottom-up BP Batam mencatat realisasi lebih tinggi, yakni Rp38,97 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.
Realisasi tersebut tumbuh 36,03 persen secara year-on-year dan 57,01 persen secara kumulatif.
Perbedaan angka antara LKPM dan metode bottom-up terjadi karena keduanya menggunakan basis pengukuran yang berbeda. Kedua metode tersebut digunakan BP Batam untuk melihat perkembangan investasi secara lebih komprehensif.
Kejar Target Rp70 Triliun
Dengan target investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian Semester I memberikan ruang optimisme bagi BP Batam. Berdasarkan LKPM, realisasi Rp29,89 triliun telah mencapai 42,70 persen dari target tahunan.
Sedangkan berdasarkan metode bottom-up, capaian Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target. Amsakar mengatakan, capaian Semester I menjadi modal penting untuk menjaga momentum investasi hingga akhir tahun.
Menurutnya, BP Batam tidak hanya mengejar peningkatan nilai investasi, tetapi juga memastikan setiap investasi dapat direalisasikan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ungkapnya.
Amsakar juga menegaskan, BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan serta pembangunan infrastruktur guna menjaga daya saing Batam.
Li Claudia: Investor Harus Nyaman Berkembang
Wakil Kepala BP Batam menilai, pertumbuhan investasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak tahap awal penanaman modal hingga proyek benar-benar beroperasi.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
Ia mengatakan, BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat ditangani secara cepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.
Menurut Li Claudia, ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya nilai modal yang tercatat, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi dan daya saing daerah.
Dorong Investasi Bernilai Tambah Tinggi
Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam mengatakan, arah investasi Batam ke depan akan semakin didorong pada sektor yang memiliki nilai tambah tinggi.
Batam dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan investasi manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik hingga industri hilir.
“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.
Ia menambahkan, BP Batam akan terus mengawal berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak terhadap perekonomian.
Dari Angka Investasi ke Manfaat Ekonomi
Pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Batam terus bergerak. Kenaikan jumlah tenaga kerja hampir 10 ribu orang dalam setahun menunjukkan adanya kebutuhan baru dari dunia usaha seiring berkembangnya proyek dan kegiatan industri.
BP Batam pun optimistis tren tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi refleksi tersendiri bagi Batam yang terus bertransformasi sebagai kawasan investasi strategis.
Bagi Amsakar, tantangan ke depan bukan lagi sekadar mendatangkan investor, tetapi memastikan investasi tersebut benar-benar tumbuh, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar. (NA/sr03)





