Kapolres Meranti pastikan kondisi kesehatan personil.(foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Tujuh hari berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Penapat, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, membuat kondisi fisik personel gabungan harus mendapat perhatian serius. 

Sebanyak 116 personel yang terlibat dalam operasi penanganan Karhutla menjalani pemeriksaan kesehatan pada Selasa (8/9). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh personel tetap dalam kondisi prima di tengah operasi pemadaman dan pendinginan yang masih berlangsung.

Selama sepekan, para personel bekerja di tengah paparan asap, suhu panas, medan terbuka, serta kondisi lahan yang menyulitkan proses pemadaman.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan kesehatan dan keselamatan personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan Karhutla.

“Personel sudah berhari-hari di lapangan, sehingga kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas,” ujar Gede Adi.

Meski hingga Selasa malam tidak ditemukan hotspot maupun titik api, operasi di Dusun Penapat belum dihentikan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara yang berada di dalam lahan tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Cuaca di lokasi dilaporkan cerah. Kondisi tersebut dimanfaatkan personel untuk memperluas proses pendinginan di area yang sebelumnya terbakar.

Berdasarkan hasil penanganan sementara, luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai 87 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 82 hektare telah dilakukan pemadaman, sementara area dengan proses pendinginan juga mencapai sekitar 82 hektare.

Sebanyak 116 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, PT SRL, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Penanganan juga didukung sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan roda dua, Mini Striker, mesin Marks3, nozzle, selang pemadam, selang hisap, dan mesin Robin.

Selain itu, satu unit alat berat dan dua unit chainsaw digunakan untuk membantu membuka akses sekaligus mempercepat proses penanganan di lokasi.

Pemeriksaan kesehatan terhadap personel menjadi bagian dari upaya memastikan operasi tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan petugas yang berada di garis depan penanganan Karhutla.

Operasi akan terus dilakukan hingga tim memastikan seluruh area aman dan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memunculkan titik api baru. (sr02)