
MERANTI (serangkai.co) – Pada pencarian pada hari ketiga oleh Tim SAR, satu dari dua korban yang dinyatakan hilang setelah kapalnya karam di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, akhirnya ditemukan, Rabu (5/8/2026). Korban setelah identifikasi merupakan nahkoda kapal atas nama Amiruddin (59) yang ditemukan mengapung dan sudah tidak bernyawa.
Setelah pencarian hari kedua, Selasa (4/8/2026) nihil, Tim SAR yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Meranti, Ditpolairud Polda Riau, Basarnas Meranti, Pos AL Selatpanjang, Koramil 02 Tebing Tinggi, Dan Personel Polsek Tebing Tinggi Barat serta masyarakat nelayan sekitar melanjutkan pencarian pada hari ketiga, Rabu (5/8/2026).
Pada pukul 09.00 WIB, Tim SAR mulai melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam. Tim memfokuskan dengan penyisiran tepi pulau.
Dalam penyisiran tersebut, sekitar pukul 12.25 WIB, Tim SAR gabungan menemukan sesosok jenazah mengapung di perairan sekitar lokasi pencarian. Setelah dilakukan evakuasi dan identifikasi oleh pihak keluarga, jenazah dipastikan merupakan korban tenggelam atas nama Amiruddin. Selanjutnya korban dievakuasi ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas Tim SAR.
“Berdasarkan hasil identifikasi oleh pihak keluarga, jenazah dipastikan merupakan korban atas nama Amiruddin. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat serta menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi. Kemudian jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka yang berada di Desa Sungai Tengah Kecamatan Merbau untuk dimakamkan,” ungkap Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herie Saputra, Rabu (5/8/2026).
Setelah proses penyerahan jenazah Amiruddin selesai sekitar pukul 13.30 WIB selesai, Tim SAR gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya atas nama Ikbal yang masih belum ditemukan. Tim SAR melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban.
Menurut Prima, kondisi arus dan gelombang di perairan Mengkikip menjadi faktor yang mempengaruhi proses pencarian, sehingga korban baru berhasil ditemukan pada hari ketiga dalam operasi pencarian.
“Upaya pencarian terhadap Ikbal masih terus kita lakukan dengan memperluas sektor pencarian berdasarkan arah arus, kondisi pasang surut, serta informasi dari masyarakat dan nelayan di sekitar lokasi kejadian,” terang Prima.
Sebelumnya, kapal pompong yang berlayar di Dari Kampung Balak ke Sungai Meretas karam dihantam gelombang di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kejadian nahas ini terjadi Senin (2/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wib.
Dua dari empat penumpang kapal berhasil selamat setelah berpegangan dengan jerigen. Sementara dua penumpang lagi belum diketahui keberadaannya dan masih dilakukan pencarian.
Kejadian bermula ketika kapal pompong tersebut bertolak dari Desa Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Mertas dengan membawa empat orang pekerja yang akan melakukan penebangan pohon sagu. Dalam perjalanan, kapal diterpa angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga oleng ke kiri.
Saat oleng, kapal juga dihantam gelombang yang mengakibatkan air masuk ke dalam kapal hingga akhirnya tenggelam. Setelah mendapatkan kabar tersebut Tim SAR segera turun ke lokasi kejadian dan ikut membantu proses pencarian. (sr03)





