Brigjen Hengki Haryadi. (Foto ist)

JAKARTA (serangkai.co) — Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapat tugas baru. Mantan Wakapolda Riau itu kini dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

Hengki sebelumnya menjabat Wakapolda Riau selama sekitar delapan bulan. Ia ditunjuk mengisi posisi tersebut pada akhir 2025.

Sebelum ke Riau, Hengki lebih banyak dikenal sebagai perwira reserse. Namanya mencuat saat bertugas di jajaran Polda Metro Jaya, terutama dalam menangani kasus kejahatan jalanan dan premanisme.

Salah satu rekam jejak yang paling dikenal adalah pengalamannya menangani Hercules Rosario Marshal.

Hengki tercatat tiga kali menangkap Hercules.

Penangkapan pertama terjadi pada 8 Maret 2013. Saat itu Hengki menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Hercules ditangkap bersama sejumlah anak buahnya dalam kasus dugaan pemerasan dan kekerasan di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Hercules kembali ditangkap pada tahun yang sama setelah keluar dari tahanan.

Lima tahun kemudian, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules. Saat itu ia menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat.

Hercules ditangkap pada November 2018 terkait kasus dugaan penyerangan dan penguasaan lahan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Rekam jejak tersebut membuat Hengki dikenal sebagai salah satu perwira yang tegas dalam menghadapi aksi premanisme.

Pada 2023, nama Hengki kembali menjadi sorotan setelah mendapat ancaman dari Hercules. Saat itu Hengki menegaskan bahwa aparat tidak boleh takut menghadapi premanisme.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme,” tegas Hengki.

Selain kasus Hercules, Hengki juga pernah menangani sejumlah perkara besar selama bertugas di Polda Metro Jaya.

Di antaranya kasus mafia tanah, narkotika, hingga kasus penganiayaan David Ozora yang melibatkan Mario Dandy.

Hengki merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, seperti Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal Hengki memimpin Polda Papua Barat Daya.

Sebagai kapolda, ia akan menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum di provinsi yang relatif baru tersebut.

Setelah sekitar delapan bulan bertugas sebagai Wakapolda Riau, Hengki kini mendapat mandat lebih besar sebagai orang nomor satu di Polda Papua Barat Daya. (sr01)