
PENYAKIT kusta atau lepra masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian masyarakat. Meski sering dianggap sebagai penyakit yang menakutkan, kusta sebenarnya dapat disembuhkan secara tuntas apabila ditemukan sejak dini dan diobati secara teratur.
Kurangnya pemahaman mengenai penyakit ini sering menimbulkan stigma di tengah masyarakat. Padahal, penderita kusta yang telah menjalani pengobatan tidak lagi menjadi sumber penularan dan memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, serta beraktivitas seperti masyarakat lainnya.
Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang kulit, saraf tepi, mata, dan saluran pernapasan bagian atas. Penyakit ini berkembang secara perlahan sehingga gejalanya sering tidak disadari.
Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penularannya terjadi melalui percikan cairan dari hidung atau mulut penderita yang belum mendapatkan pengobatan dalam waktu lama dan melalui kontak erat yang berlangsung terus-menerus.
Namun demikian, kusta bukan penyakit yang mudah menular. Sebagian besar orang memiliki daya tahan tubuh yang mampu melawan bakteri tersebut sehingga tidak mudah tertular.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami beberapa gejala, diantaranya, muncul bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mati rasa, kulit tidak dapat merasakan sentuhan, panas, maupun nyeri. Kemudian terasa kesemutan atau baal pada tangan dan kaki, kelemahan otot hingga jari tangan atau kaki sulit digerakkan, luka pada tangan atau kaki yang tidak terasa sakit, penebalan saraf yang disertai nyeri atau baal.
Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang sembuh tanpa menimbulkan kecacatan. Pencegahan dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana, antara lain, mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, menjalani pengobatan sampai selesai sesuai anjuran tenaga kesehatan, memeriksa anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh, menghindari stigma terhadap penderita agar mereka tidak takut berobat.
Kusta dapat disembuhkan melalui terapi Multi Drug Therapy (MDT) yang disediakan gratis di seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah.
Lama pengobatan umumnya berlangsung selama 6 hingga 12 bulan, tergantung jenis kusta yang diderita. Selama menjalani terapi, penderita harus disiplin mengonsumsi obat sesuai jadwal agar bakteri benar-benar hilang dan tidak menimbulkan komplikasi.
Selain pengobatan, penderita juga dianjurkan melakukan perawatan tangan, kaki, dan mata apabila sudah mengalami gangguan saraf. Latihan gerak, menjaga kebersihan kulit, serta kontrol rutin ke fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengajak masyarakat agar tidak takut maupun malu memeriksakan diri apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit kusta.
“Yang terpenting adalah deteksi dini. Kusta bukan kutukan dan bukan penyakit keturunan. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila penderita segera datang ke fasilitas kesehatan dan menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penderita, tetapi justru memberikan dukungan agar mereka semangat menjalani pengobatan,” terangnya.
Ade Suhartian menegaskan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Kepulauan Meranti siap memberikan pelayanan pemeriksaan, pengobatan, edukasi, serta pendampingan bagi penderita kusta secara gratis sesuai program nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, mengatakan bahwa edukasi merupakan langkah penting untuk memutus stigma terhadap penyakit kusta.
“Banyak masyarakat yang masih takut karena kurang memahami penyakit ini. Padahal setelah menjalani pengobatan, risiko penularan akan sangat menurun. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat agar mengenali gejala, segera memeriksakan diri, dan mendukung penderita untuk menyelesaikan pengobatan hingga sembuh,” jelas Nurmadia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas apabila menemukan bercak kulit yang mati rasa atau gejala lain yang mengarah pada kusta.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit kusta melalui deteksi dini, pengobatan yang tuntas, serta menghapus stigma terhadap penderita.
Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan penularan kusta dapat ditekan, angka kecacatan dapat dicegah, dan kualitas hidup masyarakat Kepulauan Meranti semakin meningkat.
Pesan Kesehatan: “Kusta Bisa Disembuhkan. Temukan Gejalanya, Periksa Sejak Dini, Minum Obat Sampai Tuntas, dan Jangan Berikan Stigma kepada Penderitanya”. (ADV))





