PENYAKIT Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala, namun dapat merusak organ tubuh secara perlahan.

Berdasarkan standar medis, seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih pada pemeriksaan berulang oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk rutin memeriksa tekanan darah meskipun merasa sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan hipertensi masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan karena banyak penderita yang tidak menyadari dirinya mengalami tekanan darah tinggi hingga muncul komplikasi.

“Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Ketika gejala muncul, sering kali sudah terjadi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting,” ungkap Ade Suhartian.

Menurutnya, perubahan gaya hidup menjadi langkah utama dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk menerapkan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, serta rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” tambahnya.

Hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat diubah maupun yang dapat dikendalikan.

Beberapa faktor risiko tersebut antara lain, faktor keturunan atau riwayat keluarga, bertambahnya usia, konsumsi garam berlebihan, pola makan tinggi lemak dan rendah serat, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, stres berkepanjangan, penyakit tertentu seperti diabetes dan gangguan ginjal.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, maka semakin besar peluang mengalami hipertensi.

Selalu kunjungi fasilitas kesehatan untuk rutin melakukan pengecekan hipertensi agar dapat dihindari. (Foto: Istimewa)

Pada umumnya hipertensi tidak menunjukkan gejala. Namun pada sebagian penderita dapat muncul keluhan seperti, sakit kepala, pusing atau kepala terasa berat, pandangan kabur, jantung berdebar, mudah lelah, mimisan pada kondisi tertentu, sesak napas bila sudah terjadi komplikasi.

Meski demikian, satu-satunya cara mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan darah (tensimeter).

Apabila tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan, stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, kerusakan pembuluh darah, gangguan penglihatan hingga kebutaan, penurunan fungsi otak dan demensia.

Karena itu, hipertensi harus ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, mengingatkan bahwa hipertensi dapat dicegah melalui perubahan perilaku hidup sehat.

“Pengendalian hipertensi bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat. Dengan menjaga pola makan sehat, aktif bergerak, serta rutin memeriksa tekanan darah, risiko hipertensi dapat ditekan,” jelas Nurmadia Damar.

Ia mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui langkah-langkah berikut. Diantaranya, mengurangi konsumsi garam maksimal sekitar satu sendok teh per hari, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi makanan cepat saji dan makanan tinggi lemak, berolahraga minimal 30 menit setiap hari atau sedikitnya 150 menit per minggu, menjaga berat badan tetap ideal, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol, mengelola stres dengan baik, tidur yang cukup setiap malam, rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi usia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko.

Perawatan hipertensi bertujuan menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal sehingga komplikasi dapat dicegah.

Sementara, langkah-langkah pengobatan Hipertensi meliputi;

1. Perubahan gaya hidup Menjalankan pola makan sehat, mengurangi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan, serta menghindari rokok dan alkohol.

2. Konsumsi obat antihipertensi Apabila diperlukan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah sesuai kondisi pasien. Obat harus diminum secara teratur dan tidak boleh dihentikan tanpa anjuran dokter.

3. Pemeriksaan rutin Penderita hipertensi perlu melakukan kontrol berkala agar tekanan darah tetap terpantau dan terapi dapat disesuaikan bila diperlukan.

Ayo Cegah Hipertensi Mulai Hari Ini

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining kesehatan di puskesmas, posbindu PTM, maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Deteksi dini, pola hidup sehat, dan kepatuhan menjalani pengobatan merupakan kunci utama mencegah komplikasi hipertensi.

Pesan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti: “Cek Tekanan Darah Secara Rutin, Terapkan Pola Hidup Sehat, Kendalikan Hipertensi, dan Lindungi Jantung, Otak, serta Ginjal Anda. Hipertensi Bisa Dikendalikan, Komplikasi Bisa Dicegah”. (ADV)