
MERANTI – Musibah tidak dapat dielak. Nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan kerap datang di kemudian hari.
Saat sedang berkunjung ke rumah tetangganya, tiba-tiba rumah yang ditinggali Zaitun (68), seorang janda tua asal Desa Mengkopot, Kecamatan Tasikputri Puyu terbakar. Rumah itu ditinggal kosong dengan lampu pelita yang sedang hidup membakar rumah papannya.
Kejadian ini terjadi pada Rabu malam (14/1/2026), sekitar pukul 19.30 Wib. Rumah yang berada di Jalan Family, RT/RW 01/02, Dusun I, ludes dilalap sijago merah.
Kejadian ini sempat menggemparkan warga sekitar. Rumah papan yang merupakan bantuan pemerintah itu terbakar hebat dan dalam waktu singkat sudah rata dengan tanah. Api diduga berasal dari pelita yang biasa digunakan korban untuk penerangan di rumah tersebut.
Saat kejadian, Zaitun tidak berada di dalam rumah. Tetapi rumah ditinggal dengan Pelita tetap menyala.
Janda yang hanya tinggal sendiri di rumah tersebut sedang berada di rumah tetangganya. Beruntung tidak ikut menjadi korban.
Dengan peralatan seadanya, warga sempat berupaya memadamkan api. Namun kobaran api yang cepat membesar membuat seluruh bagian rumah beserta isinya tak dapat diselamatkan. Sejumlah dokumen penting, pakaian, hingga peralatan memasak milik korban hangus terbakar.
“Korban ini janda tua dan tinggal sendiri. Beruntung saat kebakaran beliau tidak berada di rumah,”cerita Yusrizal, warga setempat.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun akibat kebakaran itu, Zaitun kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya. Untuk sementara waktu, ia menginap di rumah tetangga yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban, masyarakat setempat mulai membuka penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban Zaitun. Warga juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah.
“Kita berharap bantuan dari pihak desa, kecamatan, hingga kabupaten agar bisa membantu Ibu Zaitun,” harap Yusrizal.
Camat Tasik Putri Puyu, Zainal SE yang dikonfirmasi sudah mengetahui perihal kebakaran yang menimpa rumah Zaitun. Ia berjanji akan segera mengambil langkah-langkah tanggap darurat. Pemerintah kecamatan berencana melakukan penggalangan dana serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.
“Insyaallah kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perkim, BPBD, PUPR, Dinas Sosial, dan Baznas. Kami juga akan mengajukan kemungkinan adanya kegiatan pembangunan rumah tanggap darurat,” sebut Zainal. (sr03)





