
PEKANBARU (serangkai.co) – Ribuan mahasiswa Universitas Riau (Unri) tahun ini tidak hanya menjalani kewajiban akademik, tetapi juga membawa misi membangun daerah. Sebanyak 4.037 mahasiswa resmi diterjunkan ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau melalui Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak 2026.
Program yang diresmikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Lapangan Open Space Kampus Binawidya Unri, Kamis (18/6/2026), mengusung tema “Kukerta Berdampak: Unri Membangun Kampung.”
Berbeda dari program pengabdian biasa, Kukerta tahun ini diarahkan agar mahasiswa hadir membawa solusi terhadap persoalan nyata masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara ilmu kampus dan kebutuhan daerah.
Sebaran peserta Kukerta menjangkau 11 daerah di Riau, yakni Kabupaten Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai.
Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan mahasiswa memiliki posisi penting dalam percepatan pembangunan daerah. “Mahasiswa bukan hanya datang menjalankan program kerja, tetapi menjadi energi pembangunan yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan semangat baru di tengah masyarakat,” sebutnya.
Menurutnya, pengalaman turun langsung ke lapangan juga akan membentuk mahasiswa menjadi generasi yang lebih peka terhadap kondisi sosial sekaligus memahami tantangan pembangunan di daerah.
Sementara itu, Rektor Unri, Prof Sri Indarti, mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik kampus dengan membangun komunikasi dan kolaborasi bersama masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Kukerta tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dibuat, tetapi sejauh mana keberadaan mahasiswa memberi manfaat yang dapat dirasakan warga.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri, Prof Mubarak, menjelaskan Kukerta Berdampak 2026 berlangsung mulai 18 Juni hingga 1 Agustus 2026.
Selain itu, Unri juga menjalankan program kolaboratif berupa Kukerta Bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) yang melibatkan 10 mahasiswa serta Kukerta Internasional hasil kerja sama dengan Universitas Siliwangi dan ISBI Bandung.
Menurutnya, seluruh rangkaian Kukerta tahun ini difokuskan pada lima tujuan utama, mulai dari penyelesaian persoalan masyarakat, mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs), implementasi hasil riset kampus, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, hingga menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Dengan ribuan mahasiswa yang mulai bergerak ke berbagai penjuru Riau, Kukerta 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang lahirnya perubahan nyata dari kampung untuk pembangunan daerah. (sr05)





