Sejumlah korban serangan udara bom granat lewat drone dievakuasi ke RSUD Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka korban ledakan di halaman Gereja Stasi Santo, Intan Jaya, Papua. (Foto ist)

INTAN JAYA (serangkai.co) – Ledakan diduga berasal dari granat yang dijatuhkan menggunakan drone terjadi di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5/2026).

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah umat selesai mengikuti misa dan masih berada di sekitar halaman gereja. Akibat ledakan tersebut, empat warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat serpihan granat.

Korban diketahui bernama Pit Pogau (30), Robert Nabelau (35), Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Dua korban disebut mengalami luka serius karena serpihan bom masih tertancap di tubuh mereka. Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Bilogai.

Pastor Dekan Dekanat Moni-Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Iya ada kejadian itu. Ada ledakan diduga bom terjadi di depan gereja. Empat orang dilaporkan terluka,” ujarnya.

Sementara itu, Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah tudingan yang menyebut aparat TNI/Polri terlibat dalam insiden ledakan tersebut.

“Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Menurut Wirya, pihaknya memiliki sejumlah indikasi yang menunjukkan bahwa granat yang meledak bukan milik TNI.

“Granat yang ditemukan di lokasi berbeda dengan standar granat yang dimiliki TNI,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa TNI tidak pernah menggunakan pesawat nirawak atau drone peledak untuk menyerang warga sipil, terlebih di rumah ibadah.

“TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua,” tambahnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab pasti ledakan serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.