Xabi Alonso dipecat dari kursi pelatih Real Madrid menyusul kekalahan dari rival abadi mereka Barcelona di Piala Super Spanyol 2026. (foto internet)

MADRID – Buntut kekalahan dari Barcelona dalam Piala Super Spanyol di Arab Saudi, Senin (12/1/2026) membuat pelatih utama Real Madrid, Xabi Alonso harus angkat kaki dari Barnebeu. Hal itu dirilis secara resmi oleh manajemen Real Madrid.

“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,” tulis Madrid dalam situs resminya pada Selasa (13/1/2026).

Madrid menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada Xabi Alonso.

“Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya.”

Xabi Alonso harus hengkang setelah kekalahan dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol dan tertinggal empat poin dari Barca dalam klasemen LaLiga.

Alonso melatih Madrid sejak 1 Juni 2025 setelah sukses menukangi Bayer Leverkusen, dengan gelar ganda domestik pada musim 2023/2024 dan membawa tim Jerman itu ke final Liga Europa.

Setelah membawa Madrid ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, dia memulai karier sebagai pelatih tim utama Madrid dengan memenangkan 13 dari 14 pertandingan berikutnya, kecuali kekalahan telak 2-5 dalam derbi melawan Atletico Madrid pada September 2025.

Kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November memulai rentetan kekalahan yang hanya menghasilkan dua kemenangan dalam delapan pertandingan.

Meskipun Alonso bangkit kembali dengan memenangkan lima pertandingan berturut-turut, peningkatan tersebut belum cukup meyakinkan manajemen Madrid untuk tetap mempertahankannya. ***