
MERANTI (serangkai.co) — Inovasi pencegahan stunting dari wilayah kepulauan berhasil mengantarkan Kabupaten Kepulauan Meranti meraih prestasi di tingkat Provinsi Riau.
Kader Posyandu Karya Damai, Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, Agustina Manurung, berhasil meraih Juara I Lomba Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 melalui inovasi RESTU (Remaja Sadar Stunting).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kader Posyandu di daerah tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang menyasar persoalan kesehatan sejak hulu.
Tak berhenti di tingkat provinsi, keberhasilan Agustina juga membuka langkah lebih jauh. Kader Posyandu Karya Damai tersebut akan membawa nama Provinsi Riau ke tingkat nasional dalam ajang kader Posyandu berprestasi.
Penetapan juara tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Nomor 400.7.27/8/DINKES/2026 yang ditetapkan pada 19 Agustus 2026.
Dalam keputusan tersebut, Posyandu Karya Damai, Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, ditetapkan sebagai peraih peringkat pertama dengan inovasi RESTU (Remaja Sadar Stunting).
Yang membuat capaian ini menarik, inovasi RESTU tidak hanya berfokus pada kelompok balita atau ibu hamil. Program tersebut membawa pendekatan pencegahan stunting ke kelompok remaja, yang dipandang penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini.
Melalui pendekatan tersebut, edukasi mengenai kesehatan dan pencegahan stunting diharapkan dapat ditanamkan sebelum seseorang memasuki fase berkeluarga. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul, tetapi dipersiapkan sejak jauh sebelumnya.
Bagian dari Program Kesehatan Masyarakat
Keberhasilan kader Posyandu Karya Damai juga tidak terlepas dari peran Posyandu sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Di Kabupaten Kepulauan Meranti, program Posyandu dan kader Posyandu bidang kesehatan merupakan salah satu program yang berada di bawah Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan dalam memperkuat peran masyarakat melalui kader-kader kesehatan yang berada dekat dengan warga.
Karena itu, keberhasilan Agustina Manurung bukan hanya menjadi capaian individu maupun satu Posyandu, tetapi turut menjadi gambaran hasil pembinaan dan penguatan peran kader kesehatan di tingkat masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengapresiasi keberhasilan kader Posyandu Karya Damai yang mampu meraih juara pertama tingkat Provinsi Riau.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa kader Posyandu di Meranti memiliki kemampuan untuk mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Prestasi ini menunjukkan bahwa kader Posyandu kita memiliki kemampuan, kreativitas dan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan masyarakat. Inovasi RESTU juga menjadi langkah positif karena upaya pencegahan stunting dilakukan sejak remaja,” ujar Ade.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi dapat menjadi motivasi bagi seluruh kader Posyandu di Kepulauan Meranti untuk terus meningkatkan pelayanan dan melahirkan inovasi baru.
“Yang paling penting bukan hanya juaranya, tetapi bagaimana inovasi dan semangat para kader ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Posyandu lainnya untuk terus berkembang,” katanya.
Menurut Ade, keberadaan kader Posyandu memiliki posisi penting karena berada langsung di tengah masyarakat. Kader menjadi salah satu ujung tombak dalam membantu mendekatkan berbagai upaya promotif dan preventif kepada masyarakat.
Dari Meranti Untuk Riau
Setelah menorehkan prestasi sebagai juara pertama tingkat Provinsi Riau, tantangan berikutnya kini menanti Agustina Manurung.
Inovasi RESTU akan dibawa ke tingkat nasional sebagai representasi Provinsi Riau. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kepulauan Meranti untuk memperkenalkan inovasi kesehatan masyarakat dari wilayah kepulauan kepada daerah-daerah lain di Indonesia.
Bagi Dinas Kesehatan Meranti, capaian ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kader lainnya agar tidak berhenti berkreasi.
Sebab, persoalan kesehatan di setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Kehadiran kader yang mampu membaca persoalan di lingkungannya dan mengubahnya menjadi sebuah inovasi menjadi salah satu kekuatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Dalam ajang yang sama, posisi kedua diraih Posyandu Mutiara Bunda dari Kabupaten Kampar dengan inovasi Kreasi Kelor, sedangkan posisi ketiga diraih Posyandu Pematang Kapau dari Kota Pekanbaru dengan inovasi Berindu.
Dengan prestasi tersebut, Kepulauan Meranti kini tidak hanya mencatat nama sebagai juara di tingkat Riau. Dari Desa Teluk Ketapang, inovasi RESTU membawa semangat kader Posyandu Meranti melangkah ke panggung nasional.
Dari Meranti untuk Riau, dari Riau menuju Indonesia.
Inovasi RESTU menjadi gambaran bahwa upaya pencegahan stunting dapat dimulai sejak remaja dan diperkuat melalui peran kader serta Posyandu yang hadir langsung di tengah masyarakat. (sr02)





