Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan akal imitasi (AI)

SERANGKAI.CO – Bayangkan terdampar di sebuah pulau asing. Langit kelam. Ombak menggulung liar. Kapal kayu terombang-ambing tanpa arah selama tiga puluh hari.

Bukan kisah fiksi. Bukan pula dongeng pelaut.

Ini adalah kesaksian seorang sahabat Nabi ﷺ yang kemudian dibenarkan langsung oleh Rasulullah.

Pulau Misterius dan Makhluk Bernama Al-Jassasah

Dalam sebuah pelayaran sebelum ia memeluk Islam, Tamim ad-Dari bersama beberapa orang dari kabilahnya dihantam badai besar. Tiga puluh hari lamanya mereka terombang-ambing, hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau asing.

Di sana, mereka bertemu makhluk aneh yang seluruh tubuhnya tertutup bulu, hingga tak jelas mana depan dan belakangnya. Makhluk itu memperkenalkan diri sebagai Al-Jassasah.

Ia berkata,“Pergilah kalian kepada lelaki di dalam biara itu. Ia sangat ingin mendengar kabar dari kalian.”

Rasa takut bercampur penasaran membawa mereka ke sebuah bangunan tua di tengah pulau.

Di dalam bangunan itu, mereka melihat seorang lelaki bertubuh besar, dirantai dengan belenggu berat. Tangannya terikat ke leher, dan kedua kakinya dibelenggu hingga tak mampu bergerak bebas.

Lelaki itu tidak langsung memperkenalkan diri. Ia justru mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting:

Tentang kebun kurma di Baisan — apakah masih berbuah?

Tentang Danau Tiberias — apakah airnya masih banyak?

Tentang mata air Zughar — apakah masih mengalir?

Tentang Nabi yang ummi — apakah ia telah muncul?

Setiap jawaban Tamim dijawab dengan satu kalimat yang menggetarkan:

“Akan tiba masanya… semua itu berubah.”

Lalu akhirnya ia berkata:

“Aku adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Hampir tiba waktunya aku diizinkan keluar. Tidak ada satu negeri pun yang tidak akan kujejak, kecuali Makkah dan Madinah. Keduanya dijaga malaikat dengan pedang terhunus.”

Kesaksian yang Dibenarkan Nabi ﷺ

Setelah kembali ke Jazirah Arab dan memeluk Islam, Tamim ad-Dari menceritakan pengalaman tersebut kepada Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ kemudian mengumpulkan para sahabat dan bersabda bahwa kisah Tamim sesuai dengan apa yang telah beliau sampaikan sebelumnya tentang Dajjal — bahwa ia memang ada, dan kini terikat menunggu izin Allah untuk keluar.

Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim, menjadikannya salah satu riwayat paling kuat tentang keberadaan Dajjal sebelum akhir zaman.

Siapa Tamin ad-Dari?

Tamim ad-Dari adalah seorang sahabat Nabi ﷺ yang berasal dari kabilah Lakhm di Palestina (wilayah Syam). Sebelum masuk Islam, ia beragama Nasrani dan dikenal sebagai pelaut serta pedagang yang sering melakukan perjalanan laut.

Ia masuk Islam pada tahun 9 Hijriah (tahun delegasi), lalu menetap di Madinah. Tamim dikenal sebagai ahli ibadah dan termasuk orang pertama yang menerangi masjid dengan lampu di masa Nabi ﷺ.

Dalam literatur sejarah seperti karya Ibnu Sa’d dan disebutkan pula oleh dalam Al-Bidāyah wa an-Nihāyah, Tamim digambarkan sebagai sahabat yang jujur dan zuhud.

Kesaksiannya tentang Dajjal diterima dan dibenarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, yang semakin menguatkan validitas riwayat tersebut. (sr01)