Sopian Hadi salah satu warga Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat saat ditemui di rumahnya belum lama ini. (Foto: sr03)

MERANTI (serangkai.co) – Sopian Hadi, salah satu warga Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat mengaku kecewa karena bekerja sebagai penjaga malam di lokasi minyak di PT Imbang Tata Alam (ITA) yang berada di lapangan TB, namun belum dibayar. Walaupun saat ini sudah tidak bekerja di sana lagi, namun ia tetap meminta haknya dibayarkan.

Sopian Hadi menceritakan, ia bekerja dari bulan September 2025 sebagai penjaga keamanan di lokasi sumur minyak di TB. Dari catatannya, ia bekerja selama 64 hari.

“Dari bulan 9 saya bekerja. Setiap masuk bekerja saya selalu isi absen. 64 hari saya bekerja. Tapi hingga kini belum dibayar upahnya,” keluhnya, beberapa waktu lalu.

Sopian Hadi mengaku bekerja di bawah naungan PT APS, sub kontraktor PT ITA. Ia juga menyebutkan sudah mengeluhkan persoalan tersebut, namun belum ditanggapi sama sekali.

“Saya berharap agar hak kami segera dibayar. Saya sudah melapor dan mengeluhkan ke perusahaan. Tapi belum juga ditindaklanjuti. Sudah lama juga kami menunggu,” ungkapnya kecewa.

Pihak PT ITA saat dikonfirmasi, meminta segera mengkonfirmasikan langsung kepada perusahaan sub kontraktornya secara langsung yakni PT APS. “Bisa langsung menanyakan kepada PT APS. Karena beberapa pekerjaan kita sub kontraktor kan ke beberapa perusahaan. Termasuk penjaga kemanan malam,” ujar Koordinator CSR PT EMP grup, Arip Hidayatuloh yang dikontak lewat seluler, Senin (3/8/2026).

Arip merekomendasikan pihak PT APS yang bisa dikonfirmasi. Saat pihak PT APS dikontak lewat Sapto Teguh belum menjawab wartawan.

Bahkan, konfirmasi ulang yang dilakukan, Senin (31/8/2026), Sapto belum juga menjawab wartawan. Meski begitu, wartawan sudah meninggalkan pesan untuk dapat penjelasan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum direspon. (sr03)